Pelatihan Manajerial Organisasi 17-19 Mei 2012

Dengan Hormat, Puji syukur kita Panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan

Berpetualang dan Berbagi pada Anak-anak

River Adventure and Devotion Society itulah kata-kata yang menjadi pemicu semangat kami saat ini. Ar

MENERJANG BATAS ADRENALIN DI TEBING PETRUK

Rabu, 22 Desember Persiapan dimulai pukul 15.00 kami mempersiapkan alat dengan teliti, kami berangka

 

Pelatihan Manajerial Organisasi 17-19 Mei 2012

May 14, 2012 in Zona Sekre


Dengan Hormat,
Puji syukur kita Panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia–Nya, sehingga kita dapat menjalankan aktivitas keseharian.
Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman (UPL MPA UNSOED) merupakan suatu unit kegiatan kemahasiswaan tingkat Universitas yang bergerak di bidang kepecintaalaman dan pelestarian lingkungan hidup.
Sehubungan akan diadakannya Pelatihan Manajerial Organisasi UPL MPA UNSOED, maka kami bermaksud mengundang Saudara/i untuk hadir dalam acara yang akan dilaksanakan pada:
hari/tanggal : 17-19 Mei 2012
waktu : 15.00 WIB – selesai
tempat : Wisma Taurus BBPTU Baturraden
Demikian surat undangan dari kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Berpetualang dan Berbagi pada Anak-anak

May 7, 2012 in Perjalanan, Uncategorized

River Adventure and Devotion Society
itulah kata-kata yang menjadi pemicu semangat kami saat ini. Arung jeram, pemetaan sungai dan segala hal tentang petualangan kami di sungai yang terrangkum dalam kata river adventure menjadi basic kami dan devotion society yang bermakna pengabdian masyarakat ini seolah sudah tertanam dalam diri kami jauh sebelum kami melakukan pengembaraan. Dua kalimat itulah yang menjadi sebuah impian sekaligus tantangan bagi kami, kesepuluh orang Anggota Muda Sapu Jagad UPL MPA Unsoed, untuk mewujudkannya dalam pengembaraan ini.
Dari beberapa sungai yang ada di jawa, kami memilih sungai Cikandang dan Cimanuk yang berada di Garut, Jawa Barat, sebagai tujuan kami. Itu karena kedua sungai tersebut kami anggap mewakili harapan kami untuk melakukan pengarungan sekaligus pengabdian atau bakti sosial di sekitar sungai tersebut.
Hari pertama operasional kami habiskan untuk melakukan perjalanan dari Purwokerto menuju Garut, tepatnya di sekretariat Mapala STTG. Disana kami melakukan ramah tamah sekaligus persiapan pengarungan di hari selanjutnya.
Hari pertama pun berlalu, saatnya kami bersiap-siap menuju lokasi start point sungai Cikandang di kampung Ciarinem yang jaraknya cukup jauh. Kami menghabiskan waktu sekitar empat jam perjalanan. Hal tersebut dikarenakan akses jalan yang buruk serta penuh dengan tanjakan terjal hingga tak jarang mobil yang kami tumpangi meraung-raung karena tak kuat menanjak. Tiba di lokasi tujuan, kami bergegas melakukan persiapan seperti pemompaan kedua perahu kami beserta peralatan camp dan logistik untuk aktivitas river camp.
matahari belum diatas ubun-ubun, kami bersepuluh yang terbagi dalam 2 tim, yaitu tim Devotion dan tim Society, sudah siap melakukan pengarungan. Seperti biasa, sebelum pengarungan kami melakukan pemanasan dan briefing agar kegiatan kami tetap sesuai rencana dan prosedur. Tak lupa kami berdoa berharap kegiatan berlangsung aman tanpa kendala.
“Persiapan!! Dayung!!!” teriak skipper, serentak dayung kami pun ditancapkan dan mulai mendayung dengan semangatnya. Di hari pertama pengarungan ini kami disambut oleh pillow-pillow kecil yang dapat menghambat laju perahu kami yang memaksa kami harus melakukan manuver-manuver tajam untuk menghindarinya. Kedua tim sempat kerepotan karena perahu beberapa kali wrap diatas pillow-pillow tersebut. Namun tak lama kemudian terdapat pertemuan arus dari sungai Cikandang dan Cihideung sehingga semakin besar debit airnya begitu pun arusnya.
Dalam pengarungan yang terdiri dari 2 tim ini, kami menerapkan river running system yang berarti tim Devotion dan tim Society secara bergantian menjadi tim rescue bagi tim lainnya. Selain itu, kami juga melakukan pemetaan jeram pada jeram-jeram besar yang memiliki grade lebih dari grade III. Tak banyak jeram yang kami petakan pada hari ini, kami hanya memetakan 4 jeram. Hal itu dikarenakan hari sudah menjelang sore dan airpun mulai naik karena di hulu sudah turun hujan sehingga kami harus bergegas melakukan river camp dan pengarungan dilanjut keesokan harinya. Akhirnya perahu menepi di desa Tanjung Mulya, sekitar setengah perjalanan dari start menuju finish, dan segera mencari lokasi yang rata untuk didirikan camp.
Setelah tenda berdiri, benar saja, air di sungai naik drastis, banjir. Namun kami tetap melanjutkan aktivitas camp seperti memasak dan makan. Setelah itu, kami melakukan evakoord (evaluasi dan koordinasi) agar kegiatan kami tetap berjalan sesuai rencana operasional.
Keesokan harinya, setelah semua crew terbangun dari tidur lelapnya, seperti biasa kami melakukan aktivitas camp untuk persiapan lanjutan pengarungan. Hari berganti, tantangan pun berganti. Pada hari kedua pengarungan ini, air sungai berwarna keruh tanda debit air sedang besar, lebih besar dari biasanya karena pengaruh banjir pada hari sebelumnya. Entah kami harus senang atau khawatir dengan keadaan itu. Senang karena mungkin air yang besar akan menghasilkan arus dan standing wave besar pula. Tapi tentunya kami juga harus lebih berhati-hati dan lebih waspada lagi dengan keadaan tersebut.
Pada pengarungan lanjutan ini, tujuan kami adalah menuju pantai Cijayana dimana sungai Cikandang ini bermuara. Jeram demi jeram kami lewati dengan penuh antusias. Tak jarang kami disuguhi dengan pemandangan tebing-tebing yang indah disepanjang aliran sungai. Semakin mendekati pantai, semakin banyak arus yang flat sehingga kadang kami anggap remeh jeram-jeramnya, padahal berbahaya. Terbukti dengan flip nya perahu kami pada jeram terakhir karena mungkin terlalu terpana oleh pemandangan disekitarnya sehingga membuat buyar konsentrasi kami. Lalu, sekitar setengah jam kemudian kami sampai di finish, tepatnya di jembatan besar dekat pantai Cijayana. Hari kedua pengarungan kami memetakan 7 jeram yang berarti dari keseluruhan di sungai Cikandang ini kami memetakan 11 jeram besar yang ber-grade 3 hingga 4+.
Hari berikutnya, selasa, 3 April 2012, kami seharusnya melakukan cross check jeram-jeram yang telah kami petakan, namun karena kendala cuaca tak mendukung maka kami putuskan untuk tidak melakukan pengarungan dan lebih menekankan untuk persiapan acara BakSos ke Sekolah Dasar Negeri 2 Depok, Kecamatan Pakenjeng, yang jaraknya tak terlalu jauh dengan start point sungai Cikandang.
Tak terasa hari yang paling kami tunggu tiba. Hari itu kami berkunjung ke SDN 2 Depok untuk BakSos dan melakukan penyuluhan tentang lingkungan, cara menjaga serta melestarikannya. Sesampainya disana, Kami disambut dengan antusias oleh murid-murid, guru-guru, bahkan kepala sekolahnya. Kami merasa sangat dihargai berada ditengah-tengah mereka.
Tak hanya sampai disitu, setelah memberi penyuluhan kepada murid-murid, kami juga memberi bantuan berupa buku-buku bacaan untuk anak tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Hingga akhirnya kami pun harus segera berpamitan dan acara tersebut kami tutup dengan sesi foto-foto dengan seluruh murid dan guru SDN 2 Depok tersebut.
Hari itu lumayan melelahkan, namun sebanding dengan hasilnya. Hingga kami kembali ke sekretariat Mapala STTG pun, wajah sumringah kami tak juga luntur walau terbasuh keringat.
Kamis, 5 April 2012, kembali kami melakukan pengarungan. Kali ini kami mengarung di sungai Cimanuk, tepatnya Cimanuk atas yaitu jalur Padarek menuju Maktal yang berkarakteristik sempit dan deras sehingga butuh manuver cepat dan dayungan kuat. Kami juga ditemani oleh anggota FAJI (Federasi Arung Jeram Indonesia) Garut, yaitu Wa Yana. Hari itu kebetulan air sungai juga lagi besar, kami harus ekstra hati-hati karena banyak jeram-jeram yang berubah akibat banjir bandang yang terjadi kurang lebih satu bulan sebelumnya. Seperti biasa, kami melakukan pemetaan pada jeram-jeram cukup besar yang ber-grade 3 hingga 4+. Hari itu kami memetakan sekitar 7 jeram besar di sungai Cimanuk tersebut. Pengarungan tersebut berakhir di Maktal, tepatnya dekat jembatan besar. Beda dengan pengarungan di sungai Cikandang, hari itu kami tidak melakukan river camp. Hal itu karena finish point nya dekat dengan base camp kami, Sekretariat Mapala STTG.
Esok harinya, kami seharusnya melakukan cross check di jalur Padarek-Maktal yang kami petakan sebelumnya. Namun Wa Yana lebih merekomendasikan untuk melakukan pengarungan di jalur tengah yang berkarakteristik lebih lebar dan lebih mudah. Di jalur tengah ini pula, kami, tim Devotion dan tim Society, diminta untuk menjadi tim rescue untuk tim tamu/wisata sekaligus mempraktekkan cara membawa perahu untuk wisata. Hari itu kami belajar banyak dari Wa Yana yang notabene memang sudah puluhan tahun bermain arung jeram dan dengan segudang pengalamannya.
Sabtu, 7 April 2012, tidak ada pengarungan di hari itu. Sebagian tim melakukan packing persiapan pulang, namun ada beberapa orang yang diminta untuk menjadi anggota tim rescue di mapala lain yang sedang menerima tamu/wisata. Sehingga kepulangan kami tertunda hingga sore harinya.
Sore itu, kami, sepuluh Anggota Muda Sapu Jagad UPL MPA Unsoed, telah mewujudkan mimpi kami dan kembali menuju sekretariat kami tercinta, UPL MPA Unsoed, dengan membawa segudang pengalaman berharga yang akan kami jadikan bekal untuk menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Mimpi itu telah terwujud, dan kini saatnya untuk menciptakan mimpi yang lebih besar dan kembali mewujudkannya.(onad/369)

MENERJANG BATAS ADRENALIN DI TEBING PETRUK

April 30, 2012 in Perjalanan

Rabu, 22 Desember

Persiapan dimulai pukul 15.00 kami mempersiapkan alat dengan teliti, kami berangkat pukul 19.00 dengan 6 kendaraan Menuju Tebing Petruk Kab. Kebumen dan 3 teman kami menyusul yaitu Sdr Sigit, Sdri Diah, dan Sdri Ulum karena ada urusan akademik yang tidak bisa ditinggalkan. Pukul 19.15 kami mengisi bensin dan kendaraanya teman kami Fredi bocor, maka kami pun menunggu terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan dengan tertib karena selain menjaga kekompakan kami pun tidak tahu tempat basecamp petruk itu sendiri ada dimana,??? pukul 21.12 kami sampai di basecamp, karena makan malam (nasi bungkus) belum sempat terbeli kami pun akhirnya memutuskan untuk memasak jatah makan Hari ke-3 siang untuk makan malam ini. Kami makan malam pukul 22.30 dan menunggu 3 orang teman kami yang akan menyusul.

 

Kamis, 23 Desember 2010

Pukul 02.00 kami memulai evaluasi dan koordinasi Tim, karena kami menunggu teman kami maka evaluasi dan koordinasi pun dimulai dini hari, Pukul 04.00  udara dingin yang menghembus dikeheningan pagi telah membangunkan kami untuk memulai aktifitas camp, setalah aktifitas camp kami pun segera menyiapkan  peralatan untuk operasional hari ini, kami berangkat pukul 05.50.  kami berangkat dengan penuh semangat sebelumnya kami sempatkan untuk berfoto di depan pintu masuk wisata Goa Petruk kami tiba di dasar tebing pukul 06.15 dan langsung menyiapkan operasional pemanjatan Tebing, untuk leader yang pertama yaitu Sdri Anti dengan memasang 5 pengaman mencapai 10 Meter, pemanjatan digantikan oleh Sdri Ulum dan mencapai ketinggian sekitar 9 Meter, karena kurangnya latihan fisik akhirnya kami kelelahan dan belum mencapai target, yaitu Pitch 1.

Cuaca yang begitu panas membuat kami terasa begitu capek dan lapar, akhirnya pukul 11.00 Wib.  kami memutuskan untuk istirahat dan makan Siang, setelah itu melanjutkan tugas operasional pukul 12.00.

Read the rest of this entry →

Sepenggal Catatan dari Gunung Arjuno-Welirang

April 28, 2012 in Perjalanan

Gunung Arjuno (3.339 m dpl) adalah gunung api tua dan sudah tidak aktif, Sedangkan Gunung Welirang (3.156 m dpl), masih ada aktifitas yang ditunjukkan dengan adanya kawah belerang. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak pada satu gunung yang sama dan terletak dalam satu rangkaian dengan Gunung Anjasmoro dan Gunung Ringgit. Pada lembah-lembah diantaranya, terutama di lereng Gunung Arjuno dan Ringgit, terdapat puluhan peninggalan purbakala yang berserakan dan belum ditangani secara tuntas. Sebagian tertutup semak-belukar.
Gunung Arjuno (atau Rajuna, nama kuno) terletak di Malang, Jawa Timur, bertype Strato dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu. Gunung Arjuno dan Gunung Welirang terletak di Propinsi Jawa Timur Indonesia, Kedua gunung ini berada pada satu gugusan pegunungan. Untuk jalur pendakian ke puncak Arjuno dapat dimulai dari berbagai tempat, yaitu Tretes, Purwosari – Pasuruan, Wonosari – Lawang (Kebun Teh), dan Sumber Brantas (Jurang Kwali). Pendakian kami melalui jalur Jurang Kwali-Wonosari.

Peringatan Hari Bumi 22 April 2012

April 22, 2012 in Zona Sekre

Peringatan Hari Bumi 2012, dalam kesempatan ini FORDIK  ( Forum Dinamika Kepencintaalaman ) Banyumas menggelar aksi bersih kota dalam rangka memperingati hari bumi yang diikuti puluhan organisasi kepencintalaman di Banyumas .  Dengan mengambil tema bersihkan, hijaukan , dapatkan kami serempak membersihkan sampah – sampah kota yang ada di sepanjang jalan yang kami lalui. Teknis acara ,tim di bagi menjadi dua kelompok ,  tim 1 mengambil start di depan sri ratu sedangkan tim 2 mengambil start di STAIN Purwokerto yang dengan waktu bersamaan berjalan menuju alun-alun purwokerto.

Disamping membersihkan sampah kota kami sekaligus melakukan kampanye hidup bersih  kepada masyarakat  di sepanjang jalan yang dilewati.  “ Cara paling mudah adalah dimulai dari diri sendiri” ujar Fajar sebagai koordinator lapangan aksi bersih kota tersebut. Peringatan hari bumi kali ini juga mendapat respon positif dari Bapak Mardjoko selaku Bupati Banyumas, beliau  sangat mengapresiasi kegiatan anak – anak muda yang peduli dengan lingkungan.  Cukup mencengangkan dengan hanya jarak beberapa kilometer saja, jumlah sampah yang diperoreh mencapai puluhan kantong trash bag, dapat disimpulkan bahwa kesadaran masyarakat akan sampah masih sangat rendah dan juga peran pemerintah dalam hal ini masih belum optimal dalam masalah penanggulangan sampah khususnya di Kota Purwokerto. Bersihkan, Hijaukan, dapatkan .. Selamat hari Bumi 2012 ( Onad/369)

 

GUNUNG ARGOPURO (3.088 mdpl) SURGA DI TIMUR TANAH JAWA

April 20, 2012 in Perjalanan

Gunung Argapuro merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Gunung ini termasuk bagian dari pegunungan Iyang yang terletak di kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Berada pada posisi di antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis (topografichen Dienst, 1928). Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Argapoera dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggian (triangulasi).

Tebing Komando Awal Sebuah Pendakian

April 16, 2012 in Perjalanan

Waktu Menunjukan Pukul 16.00 dan terlihat anggota tim RC sedang sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk Simulasi yang akan mereka lakukan,setelah terlambat beberapa waktu, akhirnya dibukalah acara secara simbolis dengan pelapasan yang di ikuti oleh beberapa anggota. Namun ketika tim sudah siap untuk berangkat seketika hujan turun dan pemberangkatan pun tertunda beberapa saat, kemudian ketika hujan sedikit mereda kamipun langsung berangkat menuju base campTebing komando di Desa Darmakradenan –Ajibarang.

Read the rest of this entry →

Merayakan Hari Air, Memperjuangkan Air Bersih

April 12, 2012 in Dunia dalam Genggaman

Sampai saat ini, ia berada dalam jumlah yang sama sejak ia diciptakan. Sedangkan manusia setiap hari jumlahnya bertambah tanpa henti. Sekitar 7 milyar manusia di bumi saat ini membutuhkan kehadirannya setiap saat. Apabila hubungan ini tidak berjalan dengan baik, manusia tentunya menjadi pihak yang sulit untuk bertahan.

 

Air adalah kehidupan. Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Sulit rasanya membayangkan apabila manusia hidup tanpa adanya elemen air. Hampir segala hal yang dilakukan manusia berhubungan dengan air. Bahkan sebuah studi medis yang dirilis pada tahun 1956 oleh seorang ahli bernama Arthur Guyton menyebutkan sekitar 60% dari total berat tubuh seorang manusia mengandung air. (Textbook of Medical Physiology)

Untuk konsumsi air minum  syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini.

Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya,tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Baru pada tahun 1992, sekelompok manusia yang tergabung dalam Perserikatan Antar Bangsa atau dikenal dengan PBB dalam penyelenggaraaan United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) merekomendasikan agar ditetapkannya sebuah hari dimana seluruh dunia bisa memperingati pentingnya kelestarian air.

Akhirnya sidang umum PBB menetapkan setiap tanggal 22 bulan Maret sebagai Hari Air Internasional dan 22 Maret 1993 ditandai sebagai pertama kalinya pelaksanaan Hari Air se-Dunia dengan fokus atensi terhadap pentingnya ketersediaan air bersih dan advokasi terhadap pengelolaan sumber air bersih yang berkelanjutan.

“Walaupun air meliputi 70% permukaan bumi dengan jumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik, namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang dapat benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%”

EARTH DAY 2012

April 9, 2012 in Zona Sekre

Menghimbau teman – teman semua untuk mengganti secara sukarela foto profil,foto sampul facebook dan foto profil twitter dengan gambar di bawah ini dalam rangka sosialisai hari bumi kepada masyarakat sampai dengan 22 April 2012, atas partisipasinya kami ucapkan terimakasih..
EARTH DAY 2012…CLEAN IT.. GREEN IT.. MEAN IT

Sejarah Hari Bumi

Sejarah hari bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April telah banyak yang tahu. Banyak yang telah menuliskan sejarah awal mula Hari Bumi (Earth Day). Namun untuk menyambut peringatan Hari Bumi yang sebentar lagi tiba tidak ada salahnya kembali mengulas sejarah itu.

Sebagai mana diketahui, sejarah peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.

Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Gaylord NelsonGaylord Nelson, pencetus Hari Bumi 

Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.

Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.

Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.

PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.

Berdasarkan sejarah lahirnya Hari Bumi ini, tidak ada salahnya jika kita semua ikut mendukung penyelenggaraan Hari Bumi. Meskipun kita semua sadar bahwa untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup tidak harus menunggu datangnya tanggal 22 April. (onad/369)

 

EARTH HOUR 2012

April 1, 2012 in Zona Sekre

 

Semalam 31 Maret 2012, sekre tercinta tiba-tiba menjadi gelap gulita. Selama satu jam mulai pukul 20.30-21.30, listrik di sekretariat sengaja dipadamkan dalam rangka ikut menyukseskan EARTH HOUR 2012.

Apa itu EARTH HOUR?

Sekilas mengenai EARH HOUR..

 

PADA tahun 2007, World Wide Fund for Nature (WWF) dan The Sydney Morning Herald, menginisiasi sebuah kegiatan kampanye lingkungan bergelar Earth Hour. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu terakhir bulan Maret, menghimbau agar rumah-rumah dan perkantoran untuk memadamkan lampu dan peralatan listrik selama satu jam sebagai wujud kesadaran tentang perlunya tindakan menghadapi perubahan iklim. Waktu itu, dua jutaan penduduk Sydney berpartisipasi memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi. Tahun ini, aksi global mematikan lampu selama satu jam rencana dilaksanakan pada 31 Maret 2012 pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
Komitmen WWF Indonesia akan terus mengusung kampanye ini, terutama untuk kota Jawa dan Bali yang selama ini menjadi pengguna listrik terbesar yaitu 78 persen dan cenderung boros. Dari angka tersebut, 23 persen pengguna listrik berada di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang. Sebagai gambaran, jika 10 persen penduduk Jakarta mematikan lampu selama satu jam maka senilai dengan menghemat 300MW, setara dengan mengurangi emisi karbon monoksida sebanyak 267 ton serta memberikan lebih banyak oksigen untuk 535 orang. Secara ekonomi, satu jam tanpa lampu juga mengurangi beban listrik Jakarta sebesar Rp.200 juta. 

***

Kampanye ini diharapkan tidak seluruhnya seremonial, karena bermanfaat secara komunal. Pesan dasar kampanye Earth Hour memang hemat energi yang dimulai dari rumah, karena rumah sebagai trickle down effect (efek turunan) yang sangat menentukan untuk melangkah lebih jauh. Sikap hemat energi itu kebiasaan, maka sangat efektif diawali dari rumah. Jika di rumah tidak biasa hemat energi, di kantor atau di tempat lain cenderung lebih boros. WWF Indonesia sangat mengharapkan semakin banyak orang mendukung aksi Earth Hour, memahami pesan dan tindakan apa yang dilakukan. Muatan Earth Hour pada masa yang akan datang, tidak hanya mematikan listrik tetapi dikembangkan pada penghematan energi lainnya dan kegiatan penghijauan.

Sikap dan aksi mengantisipasi dampak perubahan iklim dan pemanasan global, harus menjadi kebutuhan bersama dan tidak cukup hanya dengan mematikan lampu satu jam sekali setahun. Harus disadari, perubahan iklim ekstrim menciptakan perubahan cuaca yang kacau, arah angin yang semrawut serta aliran panas dingin yang tidak menentu. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, sembilan dari sepuluh bencana alam yang terjadi beberapa tahun terakhir merupakan akibat dari perubahan iklim. (onad/369)